IBADAH DOA PENYEMBAHAN
Selasa, 09 Februari 2021
Pdt. Mikha Sanda Toding
MATIUS 24: 23-28 ......
... 24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia . Menjelang kedatangan Tuhan kita menghadapi kegerakan Roh Kudus Hujan Akhir. Kegerakan pembangunanTubuh Kristus ada dua bentuk:
1.
Kegerakan Roh Kudus Hujan Awal yang sama dengan kegerakan Firman penginjilan, saat kita mendengar Firman Allah percaya bertobat dan dibaptiskan udara dan Roh Kudus; “ Tetapi kamu akan MENERIMA Kuasa, kalau Roh Kudus turun-Ke differences kamu, Dan kamu akan Menjadi Saksi-Ku di Yerusalem dan DI Seluruh Yudea Dan Samaria Dan Sampai ke Ujung bumi ."
1. (Kisah Rasul 1: 8). Kegerakan penginjilan yang arahnya dari Barat Ke Timur.
2.
Kegerakan Roh Kudus Hujan akhir: ” Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. (2 Korintus 4: 3-4) Kegerakan Roh Kudus Hujan Akhir yang sama dengan Kegerakan cahaya Injil kemuliaan Kristus = Kegerakan Firman Pengajaran yang benar-benar tajam dan lebih tajam dari pedang bermata dua.
Manfaat atau kegunaan dari Roh Kudus Hujan Akhir:
2 Timotius 3:16 ; “ Segala Tulisan Yang diilhamkan Allah Memang bermanfaat untuk review Mengajar, untuk review menyatakan Kesalahan, untuk review Memperbaiki kelakuan Dan untuk review mendidik orangutan hearts Kebenaran...... segala tulisan yang diilhamkan tersebut adalah untuk “ Mengajar dan mendidik kita dalam kebenaran . Mengajar sama dengan disucikan (pribadi nikah kita), mendidik sama dengan memperbarui kita, sehingga kita hidup dalam kebenaran sampai sempurna menjadi satu kesatuan tubuh yang sempurna = Mempelai perempuan Tuhan yang menyambut kedatangan Tuhan sebagai mempelai LAKI-LAKI Surga. Kilat memancar dari Timur Ke barat sampai terjadi penyatuan tubuh Kristus yang sempurna sampai terjadi penyatuan Timur dan barat. Timur menunjuk bangsa kafir dan barat menunjuk bangsa Israel. Jadi bangsa kafir dan Israel menjadi satu-satunya tubuh. Penyatuan timur dan barat yang dimulai dari Nikah, dalam penggembalaan dan antar penggembalaan.
Epesus 5:31 ; “ Sebab ITU laki-laki akan Meninggalkan ayahnya Dan ibunya Dan bersatu DENGAN isterinya, sehingga keduanya ITU Menjadi Satu daging .” ...... penyatuan timur Dan barat kitd akan Mulai dari: 1) penyatuan hearts nikah; 2) penyatuan dalam penggembalaan; 3) penyatuan antar penggembalaan; 4) penyatuan internasional kafir dan Israel. Yang menyatukan ini hanya pribadi Tuhan lewat KorbanNya dan Firman PemgajaranNYa yang benar.
Praktek penyatuan dalam korbanNya:
Epesus 2: 13-15 ; “ Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang terlebih dahulu" jauh ", sudah menjadi" dekat "oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, karena dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan menjadi satu-satunya manusia baru di dalam diri- Nya, dan dengan itu adakan damai sejahtera , ”..... Penyatuan mulai dalam nikah hanya bisa disatukan oleh:
1). KorbanNya atau Darah Kristus yang bisa menyatukan ki ta. Praktiknya saling mengaku, saling mengampuni. Jadi di dalam nikah harus saling mengaku dan mengampuni karena di dalam nikah itu banyak masalah yang bisa kita miliki dan dosa yang salah dan yang kita miliki dengan Tuhan dan sesama. Tetapi oleh kemurahan Tuhan yang mati di kayu saliblah yang dapat menyatukan kita, yang dimulai dari penyatuan nikah. Makanya di dalam nikah hanya bisa di bawah kaki Tuhan saling mengaku saling mengampuni sehingga darah Yesus mengampuni kita. Kita yang diampunkan oleh Tuhan membuat Tuhan mendengar doa kita. Mengapa doa itu tidak didengar oleh Tuhan? Karena ada dosa yang membuat doa kita tidak didengar.
Yesaya 59:1 :“ Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-nya tidak kurang tajam untuk mendengar ; ..... tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu adalah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak Terdengar, yaitu segala dosamu ..... bukan Tuhan tuli, tetapi yang merupakan pemisah antara sesama kita dengan Tuhan adalah karena dosa kejahatan. Doa tidak didengar karena ada dosa. Pengakuan dosa karena berkat Firman Tuhan, kita jujur mengaku kita dibenarkan dan jika kita berseru ya Abba ya Bapa maka doa kita didengar. Sebelum kita berdoa mohon kepada Tuhan akan sesama pengampunan kepada Tuhan dan sesama sesama. Jika saling menyalahkan dan menuduh dalam nikah pasti ada pemisahan.
2) Firman Pengajaran yang benar yang bisa menyatukan kita (Ibrani 4:12 ): “ Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup mempertimbangkan pertimbangan dan pikiran hati kita “. Firman Allah yang tajam ini yang lebih tajam dari pedang bermata dua ini yang dapat menyatukan kita sampai sendi-sendi (antar anggota tubuh) bisa menyatu. Di dalam anggota tubuh ada tangan, kaki yang melayani dengan sendi dan jika ada sendi yang kurang lancar yang membuat hubungan antar sendi itu tidak harmonis, maka perlu hubungan itu diatur oleh Darah Tuhan dan Firman Allah yang menyucikan dan memperbarui kita menjadi satu.
Apa yang membuat hubungan atara sesama menjadi tidak harmonis? Antara lain:
1). Efesus 4:25 : “
Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota ” ...... yang membuat kita tidak bisa menyatu karena ada saling mendustai sesama anggota tubuh. Antara pasangan istri, anak dan orang tua saudara, mendustai dalam nikah yang membuat kembali tidak bisa menyatu dengan baik dalam perkataan kita atau juga saling mendustai dalam pekerjaan. Atau juga saling menggosip, saling memfitnah .... tubuh yag tidak boleh ada yang harus disucikan dan dibaharui, tetapi kita saling berkata benar satu dengan yang lain sehingga sifatnya membangun, “ Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana yang perlu, pengelolaan mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia”( Efesus 4:29 ). Melakukan dengan baik dan benar adalah membangun. Hubungan sendi-sendi bisa sesama penghubung yang satu dengan yang lain adalah sendi yang tidak harmonis. Kita bisa menyatu sampai menyambut Tuhan sebagai Mempelai Laki-laki Surga.
2). 1 Korintus 3: 3-4 : “ Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani? ”........ karena kita masih saling iri, saling berselisih, bertengkar, saling sakit hati dan juga ada pengelompokan = keberpihakan kepada yang salah sehingga tidak cocok ..... ini sifat-sifat daging sifat duniawi. Dalam satu tubuh kita harus saling menghormati, saling menghormati dan saling menghormati bekerja sama karena di dalam satu tubuh ada bermacam-macam anggota tubuh. Misal tangan bekerja sama dengan mulut dan seterusnya, misal jika mulut mau minum. Kita bekerja sama dalam hal yang benar. Sebab ada insesi yang tidak benar seperti Ananias dan Safira (in in Bersekongkol to melawan Firman) sehingga mati yang sekarang bisa mati rohani. Suami istri harus in in hal yang benar dan baik.
Syarat untuk bekerja dengan baik dan benar adalah:
Yesaya 11: 6-9 ; “ Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan membantu ke sarang ular beludak.Tidak Ada yang akan jahat atau yang tepat bagi busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi isi...... ”. Kita bisa makan sama dari sumber makanan yang sama, baru bisa masuk. Makanannya adalah rumput, semua binatang tersebut semua bisa makan rumput bersama-sama dengan kambing dan domba. Sama-sama makan Firman Penggembalaan yang benar. Makanan rumput sama dengan Firman Penggembalaan yang bisa menyucikan kita dari sifat binatang yang saling memangsa dan menggigit.
Bagaimana cara makan? A. Dengar Firman / makan dengan sungguh-sungguh sampai B. mengerti, yakin percaya dan C. Praktik Firman Tuhan. Saling menghargai dan saling menghormati hanya bisa jika makanannya sama dengan udara susu yang murni. Firman itu harus diulang-ulang sama dengan memamah biak Firman Penggembalaan. Mulai sekarang kita harus menyatu karena jika tidak maka selamanya akan terpisah. Oleh sebab itu kegerakan itu mulai dari kegerakan Firman Pengajaran, yang akan menyatukan kita. Jika satu tubuh maka akan jadi satu Kepala.
Epesus 5:32-33 : “ Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan adalah hubungan Kristus dan jemaat.Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing-masing-masing pihak: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri yang menghormati suaminya .” .... Hubungan Kasih diatur dengan leher, yang menunjuk juga kepada penyembahan. Kita penemuan Tuhan lebih dari segala perkara dan Dia sudah berkorban sampai berkorban nyawa. Mengasihi, sampai bisa menginjak musuh, tidak ada kejahatan yang kejahatan kejahatan yang dibalas dengan, bisa mendoakan orang yang memusuhi kita. inilah Kasih yang sempurna.
Markus 12:30 : “ Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu .” ....... Mengutama kan Tuhan lebih dari segala perkara sama dengan mengutamakan pelayanan pelayanan. Seperti Yesus berkorban, maka kita juga berkorban sama seperti nikah yang bisa saling berkorban. Jika tidak rela berkorban bagi sesama maka tidak akan bisa menyatu. Hubungan kasih juga dalam penyembahan. Jika kita dalam satu kasih kita bisa satu dalam penyembahan dengan satu suara Halleluya .
Roma 15: 5-6 : ” Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus .” .. ..... satu hati (suami istri) pasti satu suara. Suara penyembahan suara Halleluya
Wahyu 19: 1, 3-4 , 6: “19: 1 Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya:" Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita ”.. .... ” 19: 3 Dan untuk kedua kalinya mereka berkata:" Haleluya! Ya, secepatnya naik sampai selama-bayi. "19: 4 Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata:" Amin, Haleluya. "19: 6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya:" Haleluya!
Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja ” ..... Empat kali kata Halleluya menunjuk 4 Penjuru bumi kita berjauhan seperti timur dan barat sehingga jika satu kesatuan akan satu penyembahan kita bisa menyatu. Walaupun satu tempat tidur jika tidak satu pun dalam Firman tidak akan bisa satu suara dan menyatu. Oleh sebab itu jika ada masalah berserulah halleluya, hargai korban Tuhan, Firman Tuhan dan hanya berseru Halleluya dan sampai bisa mendoakan orang yang berhubungan kita. Saat diberkati atau belum kita tetap bisa menyembah, maka Tuhan akan menurunkan hujan>
Zakaria 14:17 : ” Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk menyembah menyembah kepada Raja, TUHAN semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan” ....... Yerusalem Kota Damai, jika kita berdamai Dia menurunkan hujan.
Yesaya 44: 3: “ Sebab Aku akan mencurahkan udara ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu ”........... Roh Kudus dicurahkan bagaikan udara, kalau Roh Kudus berkat rohani dicurahkan bagaikan udara tidak menutup kemungkinan berkat anak cucu berkat jasmani dicurahkan seperti air. Berkat jasmani yang diberikan hanyalah sebagai sarana untuk menjadi saluran berkat. Tetapi yang penting berkat Roh Kudus. Gunanya Roh Kudus bagaikan udara:
1} untuk mengatasi kekeringan (krisis), karena antikris yang membawa kekeringan maka dengan Roh Kudus kita bisa mengalami kelimpahan dan kita tidak alami kekeringan sampai kita melimpah dengan ucapan syukur. Kalau kita ikut dalam kegerakan hujan akhir kita akan kelimpahan dan kita tidak masuk kekeringan (krisis). Kita memang kecil tidak berdaya menghadapi dunia, tetapi Puji Tuhan jika kita ikut dalam kegerakan kita akan kelimpahan alami sehingga kita tidak ikut dalam kekeringan.
2 ) Yesaya 44: 4 : “ Mereka akan tumbuh seperti rumput di tengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa di tepi sungai .” ..... Kita akan tumbuh / tegak walaupun kita seperti pohon-pohon Gandarusa, tetapi kita tidak terbawa kepada arus kenajisan, kepahitan. Dunia seperti Babel dengan arusnya yang kuat dengan kejahatan, tetapi kita tetap tegar tidak terbawa arus kejahatan, kenajisan dan kepahitan karena ada Roh Kudus yang membuat kita menjadi tegak.
3) Yesaya 44: 5 : “ Yang satu akan berkata: Aku kepunyaan TUHAN, yang lain akan menyebut dirinya dengan nama Yakub, dan yang ketiga akan mengukur pada: Kepunyaan TUHAN, dan akan menggelari dirinya dengan nama Israel ." .... Yakub diganti namanya dengan nama baru setelah dia bergumul. Kalau kita bergumul sungguh-sungguh, maka Roh Kudus membaharui kita mendapat nama baru sampai masuk kota Yerusalem baru. Lewat berdoa penyembahan kita bergumul untuk mendapatkan nama baru.Lewat pergumulan kita menghadapi daging, dunia, maka Roh Kudus menguatkan kita, mengubahkan kita dari manusia jasmani menjadi manusia rohani masuk kota Yerusalem Baru bersanding dengan Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Laki-laki surgawi.
Apa yang mencoba memisahkan kita? Roma 8:35 : “ Siapakah yang akan menjadi kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? ”..... Penindasan penderitaan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan atau bahaya atau pedang, inilah yang mau memisahkan kita dengan Tuhan dan sesama.Tetapi semua itu tidak bisa memishkan kita dari Kasih Allah. Karena Kasih itu terlalu kuat yang tidak bisa menisihkan kita dari Tuhan dan sesama yang benar.
Amin Tuhan memberkati