Senin, 30 Maret 2015

Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi

Mengapa pendidikan karakter perlu dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan tinggi? Bagaimana sebenarnya wujud pendidikan karakter itu di dalam kurkulum pendidikan tinggi? Apakah pendidikan karakter sesungguhnya?
Sebelum sampai pada pembahasan mendalam tentang pendidikan karakter di Perguruan Tinggi terlebih dahulu dipahami tentang pengertian dari pendidikan karakter. Pemdidikan karakter terdiri atas dua kata, yakni pendidikan dan karakter. Banyak arti atau definisi dari para ahli tentang pendidikan, berikut ini;
1) pendidikan adalah

Sabtu, 28 Maret 2015

SUMBER KETEKUNAN

Darimanakah ketekunan itu diperoleh manusia? Lukas 8:15 menyebutkan: "Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan." 2 Petrus 1 :16, menyebutkan : ........dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan. Berlandaskan 2 ayat di Alkitab ini kita melihat bahwa ketekunan adalah hasil dari suatu "proses" yang dialami oleh manusia demi pencapaian suatu tujuan. Apabila dalam pencapaian suatu tujuan tidak melewati suatu proses, maka hal inilah yang kemudian terjadi praktek-praktek yang menyimpang dan menghalalkan segala cara untuk mencapai suatu tujuan. Sebab tidak dapat dipungkiri dalam pengalaman menjalani "proses" dalam pencapaian tujuan seringkali tidak enak untuk daging manusia yang keinginannya hanya "mengenakkan" daging. Contoh seorang pelajar atau mahasiswa mau dapat nilai bagus....nyontek dll dan tidak mau belajar sungguh-sungguh alias tidak memiliki ketekunan dalam belajar. Cara belajar di sekolah atau kuliah yang tidak melewati proses inilah yang kemudian terbawa dalam cara mencari pekerjaan atau dalam melakukan pekerjaan. Sehingga tidaklah mengherankan apabila dalam prakteknya terjadi kecurangan-kecurangan dalam pekerjaan, usaha, bisnis sampai dugaan anggaran yang bocor pada pemerintah yang menghebohkan. 
Sedangkan sumber ketekunan itu jika merujuk dari ayat Alkitab yang dikutip di atas adalah menunjuk adanya suatu "proses" untuk mencapai suatu hasil (benih jatuh ke tanah, tumbuh menjadi biji, bertunas, berakar sampai menjadi suatu pohon yang menghasilkan buah). Buah ketekunan yang berawal dari adanya pengetahuan yang kita miliki dengan cara memperolehnya dengan benar yang ditunjukkan pada adanya "penguasaan diri" yang dicaro dengan sungguh-sungguh yang diperoleh dari ketekunan.
Apa yang dihasilkan dari ketekunan? Contohnya Ayub, yang disebut berbahagia karena ketekunannya dalam menghadapi penderitaannya. Coba dipikirkan apabila Ayub tidak bertekun dalam penderitaannya alias lari atau putus asa dan hanya mengikuti kata hatinya atau mengambil jalan sendiri bukan kehendak Tuhan. 
Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan  Ayub   dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan   Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.  Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus

Jumat, 27 Maret 2015

Ketekunan

Apa arti kata "ketekunan"? Kata dasarnya adalah "tekun", yang berdasarkan kamus bahasa Indonesia ( kamus umum bahasa Indonesia W.J.S. PĂ’ERWADARMINTA) artinya dengan rajin , keras hati dan bersunggh-sungguh. Jadi, ketekunan artinya kekerasan dan kesungguhan hati. Dalam arti ketekunan itu mengandung makna adanya suatu tekad atau niat yang keseriusan dalam melakukan sesuatu. Apa saja yang dilakukan dengan niat yang atau tekad yang sungguh-sungguh maka itulah ketekunan yang dilakukan. Apa saja yang harus dilakukan manusia dalam ketekunan? Dalam kehidupan manusia apa saja yang membutuhkan ketekunan? Sesungguhnya setiap apa yang dilakukan manusia untuk hidup memerlukan ketekunan......apa saja.....Dalam arti perkara yang diperlukan manusia untuk hidup. Perkara apa yang jadi kebutuhan manusia.....secara garis besar manusia terdiri atas tubuh,jiwa, dan roh.
Jadi, apa yang kita lakukan dalam hidup untuk berhasil memang yang diperlukan untuk mendapatkannya adalah dengan ketekunan. Apakah itu bekerja, belajar, berusaha dsb).
Dalam arti ketekunan juga mengandung arti kesabaran, seperti jalnya yang dialami oleh Rasul Paulus di sebuah pulau yang bernama Patmos : "Wahyu 1:9 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus."

Kamis, 26 Maret 2015

Ketekunan

Palangka Raya, 27 Maret 2015

Apa yang sebenarnya yang dibutuhkan manusia untuk berhasil? Apa yang kita perlukan dalam kehidupan sekarang dan kehidupan yang akan datang? Berpijak dari Ibrani 10 : 36 " Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu". Jadi jelas, dari semua apa yang dibutuhkan manusia di dunia ini untuk memproleh apa yang kita butuhkan (berhasil mendapat apa yang kita cita-citakan) baik di dunia maupun di hidup yang akan datang (di akhirat) atau dalam perkara jasmani dan rohani , maka yang diperlukan adalah "ketekunan". Lalu apa yang dimaksud dengan ketekunan?
Di lain waktu akan kita bahas lagi,