Jumat, 17 April 2015

Pengampunan

Adakah yang lebih bahagia bagi kita jika kita yang sudah jelas salah,tetapi tidak dipersalahkah malahan kesalahan kita tidak diperhitungkan lagi oleh seseorang dimana kita telah melakukan kesalahan? Sebab sepantasnya orang yang salah mendapatkan hukumannya....tapi bagaimana jika kita yang seharusnya dihukum malah diberi kebebasan? Pernahkah kita berpikir bagaimana besar dan berhargannya pengampunan yang telah kita terima dari "kayu salib". Apabila kita menyadari betapa besar pengorbanan yang telah dilakukannya untuk kita manusia yang berdosa. Dia rela menanggung kesalahan dan dosa-dosa kita manusia. Mengapa kita sering melupakan pengorbananNya di kayu salib?
Mungkin kita bertanya bagaimana aku bisa melupakan pengorbananNya di kayu salib yang telah menebus dosaku hingga aku bisa memperoleh keselamatan dari padaNya? Sering kita manusia tidak menyadari.....saat kita mempersalahkan orang lain dan menganggap diri benar dan tidak mau melupakan dosa orang lain alias tidak mau mengampuni dan melupakan dosa orang lain maka disitulah sebenarnya kita telah melupakan pengorbananNya dan bagaimana kita melupakan bahwa dosa kita telah diampuni dan ditanggungNya....sedangkan Dia telah berseru "sudah selesai". Dia telah menyelesaikan dosa kita, tapi mengapa seringkali kita sesama manusia gengsi menyelesaikan dosa kita dengan Tuhan dan sesama?
Adakah kita sampai menyerahkan nyawa kita untuk menanggung dosa orang lain.....mungkin kita harus berkorban perasaan utk mengampuni dan melupakan dosa orang lain....tetapi itu tidak seberapa dari apa yang telah Dia berikan untuk kita....nyawa yang sdh diberikan utk kita....mengapa kita hanya perasaan saja tidak mau kita korbankan utk mengampuni sesama kita?
Sebenarnya dengan kita dapat mengampuni dan melupakan dosa sesama kita sedang diberi kebahagiaan oleh Tuhan....kebahagiaan yang hanya kita peroleh dari atas kayu salib....menderita (korban perasaan) tetapi ada kebahagiaan sorga yang tidak kita bisa ceritakan melainkan hanya dapat dirasakan oleh orang yang mengalaminya dan inilah yang dinamakan kebahagiaan sorgawi yang tidak dipengaruhi oleh perkara yang ada di bumi.
Untuk mendapatkan kedamaian kuncinya adalah mengakui segala dosa kita (menghakimi diri sendiri,tidak menghakimi orang lain) dan mau mengampuni dosa orang lain dan melupakannya sama seperti Yesus yang sudah mengampuni dan melupakan dosa kita.
Semoga kita menyadari dan selalu mengucap syukur atas apa yang telah dikorbankannya untuk kita.
Semoga Damai sejahtera Allah mengaruniakan kasih anugerahnya bagi kita.Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar